Saturday, November 8, 2014

married (part 1)

hello I am 22 yo and married yet. Husband will be turning 24 on this December.
Saya baru lulus S1 bulan Maret 2014. Lamaran di bulan yang sama, dan menikah di bulan Oktober 2014. Saya memilih untuk S2. Setidaknya itu cara yang saya ambil untuk mendewasakan diri, dengan mencari ilmu. Setidaknya saya punya satu prinsip: Seorang perempuan wajib berilmu.

akad nikah 18 Oktober 2014

"how could you be so sure that he is the one? you are too young to get married"
ans: I just know that he is my only one. he loves me that much. dia menyatakan cinta ke saya tahun 2011 dan menyatakan serius dengan saya, minta izin ke orang tua saya 2 hari setelahnya. membawa saya ke orangtuanya 2 minggu setelahnya, dan orang tuanya kerumah untuk mengutarakan niat baik kurang dari 1 tahun setelahnya. dia berani menikahi saya di umurnya yang masih 23 tahun.
"are you crazy? I told you.. married and relationship is different. sifat jeleknya bakal keluar pas udah nikah"
ans:  tell me crazy. we are crazy in love each other. saya melihat bagaimana cara dia memperlakukan saya.. setiap perlakuannya adalah kasih sayang. setiap manjanya, setiap pedulinya, setiap amarahnya, setiap petuahnya, adalah tanda jika dia menginginkan yang terbaik untuk saya. Setiap orang pasti punya sifat baik dan buruk. Kita adalah satu2nya yang bisa mengontrol setiap tingkah laku kita. awali semua dengan niat baik dan jalani semua dengan Bismillah.. jangan takut dengan apa yang terjadi di depan.. hadapi semua resiko yang ada.
"nikah muda kere lhoooo"
ans: tergantung gaya hidup itu sih.. dibilang cukup akan cukup. Saya bahagia melewati fase dari diapeli pake mobil pinjaman, sepeda motor vega tahun 2000 yang knalpotnya lepas, sampai sepeda pancal bareng. bahagia melewati fase dia sibuk jadi koordinator Asisten, mengerjakan Tugas Akhir, cari kerja, dapet gaji pertama, sampai sekarang, dan Insya Allah sampai selanjutnya.. Hidup itu mudah, jadi jangan dibuat susah. 
"Masih muda lho.. tanggung jawab nikah gedhe lho.."
itu yang saya salut. dia berani menafkahi saya, dia berani melarang saya bekerja di perusahaan X karena kerjanya berat untuk seorang perempuan, dia berani tidur bandara Jumat malem tiap pulang ke Surabaya Sabtu pagi. Sejujurnya saya tidak tahu apa yang membuat dia begitu mantap ingin menikahi saya. Tapi dari awal saya tahu.. kalau dia adalah laki-laki yang baik. dia memiliki benang merah seperti ayah saya. ada 1 hal yang buat saya cukup terharu. setelah beberapa bulan bekerja.. dia menyuruh saya membuat rekening baru. rekening itu untuk tabungannya tiap bulan yang akan ditransfer ke saya. semata-mata itu agar saya yang memegang kendali di keuangannya. saya menangis. saya belum pernah menceritakan ke dia bahwa ayah saya melakukan hal yang sama ke ibu saya dulu. Mulai saat itu.. saya tahu.. dia adalah orang yang saya cari selama ini.


....(to be cont'd)

4 comments:

Barikly Robby said...

Mengenalmu adalah lebih dari sebuah anugrah bagiku. Menjalani hari hari bersamamu mngukir cerita cinta adalah kebahagiaan untuk kita. Menikahimu adalah keputusan terbaik dalam hidupku.
Terimakasih istriku untuk tetap mncintaiku dalam keadaan suka ataupun duka. Semoga Allah tetap menyayangi kita.
I love you

Shafira Noor Kemala Puteri said...

aku termasuk yg pro nikah muda. lol. alasannya sedikit berbeda dengan pandanganmu, but anw, nikah muda is not that bad. justru banyak segi positifnya.
untuk masalah "ketahuan buruknya setelah menikah", itu aku juga nggak setuju. kalau dia memang serius & terbuka, justru kita ngerti keburukan pasangan sejak dini & we know how to deal with it.
selamat atas pernikahannya yaa Nesya :) semoga tabunganku bisa cepet berbunga biar bisa segera nyusul kamu :p

Anissa Eka Marini P. said...

Baru liat komen ini. Makasih buat semuanya sayang. I am so lucky for having you in my life. Barakallah untuk setiap jalan yg kita ambil. I love you my husband..

Anissa Eka Marini P. said...

Yes. Nikah muda sbnrnya byk positifnya kok fir.. dan btw aku ga setuju juga kalo dgn nikah sifat jeleknya kebuka. Alhamdulillah malah dgn nikah sifat jelek di pacaran byk yg ilang.. krn masing2 dr kita uda ngerasa lbh terikat kali ya.. jadi malah sama2 ngertiin satu sama lain jauh lbh besar drpd pas pacaran..

Semangat fira! Semoga bisa segera menyusul ^^